Senin, 15 Juli 2013

PIONERING

Pengetahuan pionering dimaksudkan untuk memberikan petunjuk bagaimana seorang penjelajah melakukan perjalanan di alam bebas. Hal ini dimaksudkan untuk membantu seorang penjelajah untuk merambah hutan atau daerah yang sangat rawan dalam maksud apapun yaitu dengan jalan pemilihan lintasan yang nantinya akan membantu seorang petualang.
Yang perlu diperhatikan oleh seorang pioner adalah bagaimana dia membawa diri atau kelompoknya untuk mencapai target yang disepakati dengan selamat. Oleh sebab itu seorang pioner harus memiliki pengetahuan dalam mencari jalan yang baik, enak, dan nyaman. Kedua adalah mencari tempat berlindung yang baik serta mampu membaca situasi disekelilingnya. Ketiga membuat perapian. Keempat adalah dapat mencari makanan (survival).
Pemilihan lintasan ini ada beberapa cara antara lain yang sering dilakukan adalah:
1. Memilih jalan setapak yang telah dibuat oleh penduduk setempat atau jalan yang telah biasa dilalui oleh sekelompok binatang hutan. Dapat juga memilih lintasan yang mudah yaitu dengan mengikuti aliran sungai yang dangkal dan daerah yang terbuka.
2. Mengikuti punggungan gunung.
Tetapi harus hati-hati dalam memilih jalan ini karena binatang buas sering menggunakan jalur ini karena lebih baik mencari mangsa di ketinggian dan lebih aman.
Membaca jejak sangat berguna bagi seorang pioner.
Biasanya pembacaan jejak dilakukan dengan jalan:
1. Membaca tanda-tanda jejak yang terdapat di tanah.
2. Terdapat ranting patah.
3. Sisa makanan.
4. Cacat khusus pada pohon atau tanaman.
5. Dan sebagainya.
Cara membaca jejak dapat dilakukan dengan memperhatikan sekeliling apakah ada keanehan atau perubahan disekeliling dengan tanda-tanda khusus seperti didsebutkan di atas.
Dalam mencari tempat berlindung yang baik dan perlu diingat adalah :
1. Mencari suatu tititk ketinggian dari daerah sekitarnya.
2. Memperhatikan arah mata angin.
3. mencari tanah yang kering.
4. Dianjurkan jangan di bawah pohon lapuk.

BIVAK
Pengertian yang umum adalah tempat tinggal sementara untuk bertahan hidup yang besifat melindungi dari serangan hawa panas atau dingin dan tempat untuk beristirahat. Hal ini berhubungan dengan survival dalam hal mencari tempat berlindung untuk melakukan pertahanan hidup dari kondisi lingkungan yang buruk. Pembuatan bivak dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang diperoleh dari alam, seperti daun dan ranting kayu.
Bila seorang pendaki atau bersama-sama pastikan membawa tenda atau minimal jas hujan dan kantong plastik besar. Tenda merupakan tempat yang paling baik untuk beristirahat dan menentukan target berikutnya untuk esok hari dalam perjalanan serta aman dari angin dan hujan. Untuk itu diperlukan pengetahuan untuk mendirikan bivak yang sesuai dengan syarat:
1. Bangun pada tempat yang datar
2. Jangan mendirikan bivak di puncak gunung
3. Jangan mendirikan tenda di puncak dan terbuka untuk menghindari bahaya petir
4. Jangan mendirikan tenda tepat di tempat yang cekung
5. Hindari pendirian tenda tepat di bawah kayu lapuk atau mati
6. Tempatkan bagian terbuka dari bivak berlawanan dengan arah mata angin. Dengan mengetahui arah mata angin, maka lebih mudah membaca jatuhnya air hujan sehingga dapat menentukan tempat perapian yang baik.
1. Tujuan Bivaking :
a. Melindungi diri dari faktor alam dengan tidak merusak lingkungan alamnya.
b. Merupakan teknik survival
c. Tempat koordinasi/perencanaan lebih lanjut
d. Sebagai tanda komunikasi.
2. Sebab-sebab bivack:
a. Tersesat
b. Perjalanan terhenti karena hujan
c. Kemalaman
d. Operasi SAR, dll.
3. Pembuatan bivack:
a. Bahan dari alam pohon (utuh maupun tumbang)daunan, ranting, gua, atau lobang.
b. Bahan sintetik berupa bahan yang kita bawa seperti ponco, parachute, tali, dsb
4. Jenis bivack:
a. Bivoack darurat berupa daunan dan ranting
b. Bivoack sementara berupa ponco
c. Bivoack semi permanen berupa gua atau gubuk sederhana.
5. Pemilihan tempat
6. Kemiringan (pengaruh arah angin dan aliran air)
a. Teduh dan perlindungan dari air
b. Keamanan dari faktor alam
c. Lapang
d. Pemandangan indah
e. Jenis tanah (stabil/labil)
f. Dekat dari fasilitas yang dibutuhkan seperti air,sumber makanan.
Tempat membangun bivak
Pada dasarnya bivak bisa dibuat di atas pohon dengan jalan membuat penyangga. Usahakan dengan menggunakan bahan yang kuat seperti bambu, kayu, dll.
Pada umumnya bivak dibuat di atas tanah yang dapat dilakukan pada:
1. Bekas pohon yang telah tumbang yang membentuk rongga di bawahnya. Tetapi harus diperhatikan kualitas kayunya demi keselamatan kita.
2. Bila ditemukan gua sebaiknya diperiksa sekitar gua apakah ada jejak, bau amis, sisa kotoran dari binatang buas. Jika tidak ada, gua dapat ditempati tetapi sebelumnya harus dibersihkan dulu.
3. Membangun dari bahan-bahan yang ada di sekitar kita.
4. Pada daerah yang berbatu, carilah daerah berbatu kokoh dan tidak mudah runtuh.
B. Cara membangun bivak
1. Lakukan penyesuaian antara tempat dengan tenda yang kita bawa. Itu kalau kita membawa tenda.
2. Ponco atau kantong plastik.
3. Menggunakan bahan-bahan alam.
F. PENGETAHUAN FLORA DAN FAUNA
1. Definisi
Pengetahuan tentang segala macam jenis tumbuhan dan hewan baik yang beracun maupun tidak yang dapat digunakan untuk mempertahankan hidup dalam keadaan darurat.
2. Flora
Begitu banyak tumbuhan yang ada disekitar tropis (300.000 jenis tumbuhan ) sehinga kita tidak kesulitan menentukan yang aman untuk dimakan.
Beberapa patokan yang dapat dipakai:
a. Hindari tanaman yang daunnya berbulu
b. Hindari tanaman yang bergetah putih
c. Hindari tanaman yang rasannya aneh(gatal, panas, getir)
d. Hindari tanaman yang warnanya mencolok
e. Makanlah tanaman yang dimakan binatang terutama monyet
f. Cara mengenal dan merasakan adalah dengan ujung lidah, apabila ada rasa yang aneh jangan diteruskan atau dengan menggunakan bahan logam dari stainless (pisau, silet,
dll)ditorehkan, tunggu beberapa waktu apabila ada perubahan berwarna ungu termasuk beracun.
Jenis tumbuhan yang dapat dimakan:
a. palmae dimakan umbinya
b. rotan dan genang dimakan umbinya
c. umbi-umbian kecuali daunnya yang berwarna biru, kecuali dalam keadaan terpaksa maka rendamlah dalam air mengalir selama minimal 24 jam.
d. Tumbuhan melata seperti semanggi, daun kaki kuda, krokot, dapat langsung dimakan tanpa direbus.
e. Rumput alang-alang dimakan ubinya.
f. Talas dapat dimakan mulai umbinya sampai dengan daunnya dengan cara direbus berulang-ulang.
g. Perdu, rassa mala, ciplukan, murbai hutan dapat dimakan buahnya.
h. Pakihaji dimakan umbinya tetapi tidak biji dan daunnya.
i. Tumbuhan yang beracun adalah sogotelik, biji dan batangnya beracun, tapi daunnya untuk obat batuk. Sedangkan jarak racun ada dibijinya.
3. Fauna
a. Vertebrata, hampir semua hewan bertulang belakangdapat dimakan kecuali yang berkelenjar bau.
1) Aves, umumnya daging dan telornya dapat dimakan kecuali yang memakan buah-buahan yang beracun.
2) Reptil, kura-kura, penyu tidak berbahaya untuk dimakan daging dan telurnya kecuali penyu air tawar jantan yang pada masa sedang kawin, karena dagingnya beracun.
3) Ular yang dapat dimakan adalah ular yang tidak berbisa, dengan dimasak terlebih dahulu, contohnya ular sanca. Selain itu ular yang berbisa pun dapat dimakan asal kita tahu bagian tubuh yang berbisa, misalnya ular tanah dibuang 1/3 bagian depan, ular laut (abu-abu kehitaman) buang ½ dari depan.
4) Biawak, kadal, cecak, tokek dimasak dengan dibuangkepalanya.
5) Ampibi semua dapat dimakan kecuali katak buduk dan katak pohon kecuali kakinya, tetapi katak ini mempercepat denyut jantung
6) Ikan, semua ikan dapat dimakan kecuali ikan buntel (ikan kembung)
7) Cacing, cacing tanah dapat dimakan setelah dibuang isi perutnya.
b. Invertebrata
1) Insecta: lebah, capung, jangkrik, laron dapat dimakan dengan direbus atau dibakar.
2) Mulosca: siput, kerang, tripang, remis dapat dimakan tapi jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan keracunan.
Cara mengenal dan merasakannya
Untuk dapat memahami dan mengenal suatu rasa untuk dapat dimakan atau tidak ada hal-hal yang perlu diperhatikan:
a. Masak terlebih dahulu sesempurna mungkin
b. Kunyah beberapa waktu jangan ditelan
c. Manfaatkan flora dan fauna yang sudah dikenal dan tidak berbahaya,jangan mencoba- coba kecuali terpaksa.
Catatan : survival bukanlah suatu ilmu yang hanya cukup teori saja tetapi mengenal flora & fauna adaptasi secara langsung.